Jumat, 18 Desember 2009

Tambahan Penghasil bagi Guru PNS yang Belum Mendapatkan Tunjangan Profesi

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan, pemerintah akan memberikan tambahan penghasilan bagi guru pegawai negeri sipil (PNS) yang belum mendapatkan tunjangan profesi sebanyak Rp 250.000,00. Tambahan penghasilan yang diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2009 ini diberikan terhitung mulai 1 Januari 2009.

"Dengan keluarnya peraturan presiden itu, syukur Alhamdulillah penghasilan guru terendah dapat mencapai sekurang - kurangnya 2.000.000 rupiah per bulan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2009 dan HUT Ke-64 PGRI di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2009).

Presiden menyebutkan saat ini terdapat sekitar 2,1 juta guru di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dan sekitar 400.000 guru di lingkungan Departemen Agama yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi. Kebijakan pemberian tambahan penghasilan ini, kata Presiden, adalah sebagai penghargaan pemerintah terhadap profesi guru dan tindak lanjut dari pidato kenegaraan yang disampaikan di depan Sidang Paripurna DPR RI pada 15 Agustus 2009 yang lalu.

Presiden mengatakan, sebagian dari anggaran pendidikan yang besar di tahun 2009 telah dialokasikan antara lain untuk mengangkat martabat guru dan dosen, meningkatkan kompetensi guru dan dosen, memajukan profesi, memberikan perlindungan hukum dan profesi, serta untuk perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja para guru. "Anggaran yang besar itu juga telah dialokasikan untuk mengurangi kesenjangan ketersediaan guru dan dosen antar daerah dari segi jumlah, mutu, kualifikasi akademik, dan juga kompetensi," katanya.

Dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah telah memberikan berbagai tunjangan. Presiden menyebutkan, hingga saat ini pemerintah telah membayarkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok kepada lebih dari 350.000 orang guru. "Pada 2009 ini, pemerintah juga telah menetapkan sasaran pemberian subsidi tunjangan fungsional kepada sekitar 478.000 orang guru bukan PNS," katanya.

Presiden menyebutkan, pemerintah juga telah memberikan bantuan kesejahteraan kepada lebih dari 30.000 orang guru yang bertugas di daerah terpencil. "Ke depan, pemerintah bertekad untuk melanjutkan berbagai upaya dalam pengembangan profesi guru agar dapat meningkatkan empat dimensi pendidikan yaitu pendidikan berdimensi keimanan, keilmuan, keterampilan, dan pengembangan kepribadian," katanya.

Presiden menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian yang besar pada upaya peningkatan kualifikasi bagi para guru setara S1 dan D4 dengan cara memberikan beasiswa. "Insya Allah dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama guru kita telah memenuhi semua sertifikasi pendidik sesuai dengan peraturan perundang - undangan. Kehadiran para guru dan dosen yang makin profesional Insya Allah akan mengakselerasi terbentuknya masyarakat yang maju di negeri kita," ujarnya.***

Selasa, 01 Desember 2009

Workshop Pendidikan Kewirausahaan di SMK

Jakarta, - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh membuka Workshop Pendidikan Kewirausahaan di SMK,...

Gedung A lt.3 Depdiknas, Jakarta, Senin (30/11/2009) sore.

Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan, “syarat untuk menjadi seorang entrepreneur haruslah tahan banting menghadapi berbagai macam persoalan. Agar bisa tahan banting maka seseorang harus dapat memenej diri dengan potensi kemampuan psikologis yang dimilikinya. "Kalau syarat ini saja tidak dipenuhi tidak akan bisa jadi
entrepreneur, syarat yang paling pokok tahan banting. Kalau belum dibanting saja sudah pecah tidak usah jadi entrepreneur, " katanya.

Hadir pada acara Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Mandikdasmen) Depdiknas Suyanto, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Dir.PSMK) Joko Sutrisno, pengusaha Bob Sadino, pakar marketing Hermawan Kartajaya, dan 159 Kepala SMK se Indonesia.

"seorang entrepreneur harus memiliki pola pikir yang terbuka. Orang itu harus mampu melihat di luar dari dirinya. Kemampuan lain yang harus dimiliki, kata Mendiknas, adalah berpikir secara fleksibel. "Fleksibel itu
bukan berarti lepas dari jalur. Tidak akan keluar dari jalur, tetap di jalur," katanya.

Untuk lebih sempurna lagi, lanjut Mendiknas, seorang entrepreneur harus dibekali dengan kemampuan teknis. Dia mencontohkan, jika seseorang ingin mengembangkan wirausaha di bidang elektronika maka minimal dia paham tentang prinsip-prinsip elektronika. Jika seseorang ingin mengembangkan wirausaha di bidang agro maka dia pun juga
harus mengetahui prinsip-prinsip agro. "Intinya ada minimum teknical skill yang terkait dengan lingkup yang mau dikembangkan kewirausahaannya itu," katanya.

Mendiknas menambahkan, seorang entrepreneur bukan untuk memenuhi dirinya sendirinya semata. Wirausaha, kata Mendiknas, pasti ada interaksi dengan masyarakat luar dan ada interaksi dengan dunia disiplin yang berbeda. "Tidak ada ceritanya seorang itu dikatakan wirausahawan entrepreneur kelas dunia, tapi dia membuat sendiri, dipakai-pakai sendiri. Itu bukan tipe wirausaha," ujarnya.

Mendiknas mengemukakan, kebijakan pendidikan baik yang tertuang di dalam program 100 hari kerja Depdiknas maupun Rencana Strategis (Renstra) lima tahun ke depan memberikan ruang untuk pendidikan yang mampu mendorong kewirausahaan. "Itu adalah sesuatu hasil introspeksi dan refleksi dari sekian panjang perjalanan dunia pendidikan kita. Ternyata ada slot yang belum tergarap, sehingga sayang slot itu
(kewirausahaan) kalau tidak digarap dengan baik," katanya.

Dirjen Mandikdasmen Depdiknas Suyanto melaporkan, pada workshop yang akan diselenggarakan selama tiga hari ini membahas berbagai penajaman program implementasi kewirausahaan di SMK agar seperti yang diprogramkan oleh Presiden yaitu tercapai kesinambungan relevansi antara pendidikan dengan dunia kerja. "Workshop kewirausahaan ini bertujuan untuk mendiseminasikan berbagai peraturan baru yang berkaitan dengan program kewirausahaan SMK dan
menggalang kemitraan dengan industri dan juga berbagai informasi antara kepala SMK tentang pengembangan kewirausahaan, " katanya.

Pakar marketing Hermawan Kartajaya memandang tepat jika kewirausahaan itu dikembangkan di SMK. Lulusan SMK, kata dia, setelah lulus maka dia bisa langsung bekerja dan jadi entrepreneur atau dapat juga melanjutkan ke jenjang sarjana (S1). "SMK itu harusnya lebih advanced," katanya.

Selain kewirausahaan, lanjut Hermawan, siswa SMK juga perlu dibekali dengan kemampuan marketing. "Entrepreneurship itu semangatnya, marketing itu strateginya, " katanya.

Kerjasama CIMB Niaga Dengan Depdiknas Dalam Bidang Pendidikan

Jakarta, Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) bersama PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melakukan penandatanganan...

dan penyerahan sertifikat beasiswa unggulan CIMB Niaga kepada 40 lulusan SMA di gedung D lt.18 Depdiknas, Jakarta, pada Rabu (5/11). Acara ini dihadiri oleh Lydia Wulan Tumbelaka, Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga dan Prof. Dr. Dodi Nandika, Sekretariat Jenderal Depdiknas.

Program beasiswa ini merupakan program kerjasama CIMB dan Depdiknas dalam memberikan bantuan pendidikan kepada lulusan SMA yang berprestasi namun kurang mampu dari sisi finansial di seluruh Indonesia, untuk melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan jenjang Strata satu di berbagai Universitas Negeri di Tanah Air.

Dalam Sambutannya, Lydia Wulan Tumbelaka selaku Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal CIMB Niaga mengatakan "Kami mendukung sepenuhnya upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan memfokuskan bidang pendidikan dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) CIMB Niaga". Program ini diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat universitas, bagi penerima beasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengikuti Program Pendidikan Eksekutif (PPE) sebagai syarat menjadi karyawan CIMB Niaga.

Bagi Depdiknas yang telah menjalankan Program Beasiswa Unggulan ini sejak 2006, kerjasama ini merupakan bagian dari pengembangan program dan pertama kalinya dilaksanakan bekerjasama dengan institusi swasta. Sedangkan bagi CIMB Niaga yang juga telah melaksanakan program beasiswa sejenis sejak 2006, kerjasama ini juga merupakan pengembangan program yang bermanfaat untuk memberikan akses kepada lebih banyak pelajar berprestasi. Kolaborasi program ini diluncurkan dengan nama "Program Beasiswa Unggulan CIMB Niaga".

Dodi Nandika mengatakan bahwa pada masa depan diharapkan beasiswa tidak hanya terbatas untuk siswa yang akan melanjutkan studi kejenjang S1, tapi juga untuk mahasiswa yang ingin melanjutkan studi kejenjang hingga S2 maupun S3.

Dengan adanya program beasiswa unggulan ini diharapkan juga ada beasiswa diberikan bagi siswa terbaik yang ingin menjadi guru, karena dalam kurun waktu lima tahun ke depan akan ada sekitar 700.000 guru yang pensiun, menurut Dr.R. Sartono, MBA, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri.

Program Beasiswa Unggulan CIMB Niaga yang kerjasamanya telah dikukuhkan melalui penanda tanganan Nota Kesepakatan pada tanggal 11 Mei 2009 di Depdiknas yang disaksikan oleh menteri Pendidikan nasional RI dan Presiden Direktur CIMB Niaga ini, merupakan program yang sangat menarik. Lulusan SMA yang mengikuti seleksi adalah pelajar unggulan karena selain memiliki nilai akademis yang baik juga memiliki prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional baik dibidang Sains, Olah Raga, Seni maupun Sosial.

Pada acara ini, Okky Rusmaningsih, Salah seorang penerima yang berhasil diterima di jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gajah Mada (UGM) merespon positif program beasiswa ini. "Kami sangat gembira dan beruntung memperoleh beasiswa ini"katanya. "Selain tidak kesulitan membayar biaya pendidikan, kami juga memperoleh biaya hidup, biaya pengembangan diri dan laptop untuk menunjang kegiatan belajar dan semoga kami dapat memberikan yang terbaik dengan mempertahankan prestasi melalui pencapaian nilai akademis yang baik"tambahnya.

Tingkatkan Kesehatan Jasmani dan Rohani Melalui Porseni

jakarta, Dalam mewujudkan guru yang sehat jasmani dan rohaninya, Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan...

(Ditjen PMPTK), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menyelenggarakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru tingkat nasional yang berlangsung mulai 19-25 November 2009, di Komplek SMA Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta.

Porseni Guru 2009 yang bertemakan "Porseni Guru 2009 sebagai Upaya Mewujudkan Guru yang Profesionalisme dan Bermartabat", dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh, pada jumat, (20/11) kemarin.

Diselenggarakannya Porseni Guru tahun 2009 bertujuan untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani guru sebagai salah satu upaya guru untuk meningkatkan profesionalitasnya. Disamping itu, untuk menjalin persahabatan dan silahturahmi antarguru agar terjadi kepahaman yang sama mengenai pentingnya nilai-nilai dalam olahraga dan seni serta meningkatkan sportifitas dan kecintaan guru terhadap olahraga dan seni.

Dalam sambutannya, Mendiknas mengatakan bahwa "Sehat dan cerdas adalah modal paling mahal dan sangat menentukan masa depan bangsa".

Mendiknas juga menyampaikan, nasib bangsa ini tergantung dari anak-anak muda. Karena mereka yang akan menentukan dan mewarisi masa depan bangsa. "Anak-anak muda ini bisa baik dan tidak baik sangat tergantung dari ibu dan bapak guru. Artinya, sebenarnya yang menentukan masa depan bangsa ini tidak ada lagi kecuali para guru," katanya.

Disamping itu, Mendiknas juga meminta kepada para guru yang mengikuti Porseni Guru 2009 agar bersikap sportif. "Oleh karena itu, tanamkan betul seperti janji atlet dan wasit tadi, karena sportif itu dalam bahasa yang sederhana adalah mengikuti aturan," kata Mendiknas.

Porseni Guru tahun 2009 ini, diikuti oleh para guru sekolah negeri maupun swasta yang masih aktif pada setiap tingkatan, jenis dan jenjang pendidikan, dengan Jumlah 240 atlet dan 40 official, yang terdiri atas para pemenang di tingkat regional. Porseni Guru akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, yaitu Bola Voli, Bulu Tangkis, dan Tenis Meja.

Dalam pelaksanaan pertandingan dibagi dalam dua bagian. Pertama pertandingan regional di daerah. Kedua, pertandingan tingkat regional yang dibagi dalam delapan region yaitu, region 1 di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumatera Barat diikuti dari Provinsi Sumatera Barat, NAD, dan Bangka Belitung; region 2 di LPMP Jambi diikuti Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan; region 3 di LPMP Jawa Barat diikuti Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Lampung; region 4 di LPMP Jawa Tengah diikuti Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selanjutnya, region 5 di LPMP NTB diikuti Provinsi NTB, NTT, dan Provinsi Bali; region 6 di LPMP Kalimantan Tengah diikuti Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan; region 7 di LPMP Sulawesi Selatan diikuti Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo; dan region 8 di LPMP Maluku Utara diikuti Provinsi Maluku Utara, Maluku dan Papua. Para pemenang dari tiap-tiap region akan dikirim bertanding ke jakarta.

Acara penutupan Porseni Guru 2009 dan penyerahan piala/medali diselenggarakan bertepatan dengan Hari Guru Nasional dan HUT ke-64 PGRI, pada 25 november 2009 di Auditorium Gedung D Lantai 18, Depdiknas, Senayan, Jakarta. (AND) -Sidiknas-

Kamis, 19 November 2009

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini Terintegrasi

Layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) usia 0 - 6 tahun ke depan diharapkan semakin baik dan terintegrasi. Layanan untuk menumbuhkembangkan anak - anak ini akan mengintegrasikan antara layanan pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan. UNESCO menargetkan pada 2015 angka partisipasi PAUD mencapai 75 persen.

"PAUD adalah salah satu program education for all dan itu ada di urutan pertama dan komitmen internasional terhadap PAUD sangat jelas. Oleh karena itu, kita berupaya selain untuk meningkatkan akses pendidikan, tetapi kita juga harus fokus kepada mutu," katanya Direktur Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PNFI) Depdiknas Hamid Muhammad saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media, Depdiknas, Senin (16/11/2009).

Hamid mengatakan, jenis layanan PAUD adalah formal dan nonformal meliputi kelompok bermain, penitipan anak, satuan paud sejenis, dan yang diselenggarakan oleh kelompok agama seperti taman pendidikan Alquran. Dia menjelaskan, satuan PAUD sejenis bermacam - macam seperti POS PAUD yang merupakan integrasi layanan pendidikan kesehatan dan gizi. "Jadi PAUD yang diintegrasikan dengan Posyandu," katanya.

Hamid menyampaikan, pemerintah saat ini sedang merintis PAUD holistik terpadu yang sedang diujicobakan di daerah Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. "Termasuk yang sedang kita rintis PAUD berbasis keluarga. Model ini akan kita rintis dan betul - betul kita tangani dengan baik. Nanti mudah - mudahan dalam satu tahun sudah ada diseminasi kabupaten dan kota yang punya komitmen untuk mengembangkan PAUD," katanya.

Hamid menyebutkan, jumlah penduduk usia PAUD di Indonesia 30 juta orang. Angka partisipasi kasar (APK) PAUD pada 2008 50,6 persen dan diproyeksikan pada akhir 2009 mencapai 53 persen. "Pada 2014 atau akhir Kabinet Indonesia Bersatu II bisa mencapai 72 persen," katanya.

Hamid mengatakan, Direktorat Jenderal PNFI akan menggelar Indonesia International Early Childhood Education Conference and Exhibition 2009 pada 19 - 20 November 2009 di Surabaya, Jawa Timur. Dia menyebutkan, kegiatan akan menghadirkan 17 pembicara ahli dari Amerika Serikat, Australia, dan Singapura. Hamid mengatakan, kegiatan ini akan membahas isu - isu aktual yang sedang berkembang di seluruh dunia dan berbagai metode layanan yang dikembangkan di berbagai belahan bumi.

"Praktek - praktek terbaik layanan PAUD yang ada di berbagai negara kita coba sharing, sehingga nantinya layanan pendidikan PAUD ini ke depan di Indonesia bukan hanya aksesnya yang bertambah, tapi juga harus diikuti dengan layanan PAUD yang lebih bagus dan terintegrasi," kata Hamid. Hal ini ditujukan agar anak - anak generasi bangsa Indonesia ke depan semakin baik dan berkembang, sehingga menjadi aset potensial bagi kemajuan bangsa ini.

Direktur PAUD Sudjarwo Singowidjojo menyebutkan, kebutuhan pendanaan PAUD agar mutunya bagus dan memenuhi standar pertahunnya antara Rp3 triliun sampai dengan Rp4 triliun. Dia menyebutkan, anggaran saat ini Rp500 miliar. "Pemerintah daerah dihimbau untuk memberikan kontribusi yang memadahi,

Beasiswa S2 dari SF, Tinggal Pilih Universitasnya!

Sampoerna Foundation (SF) berikan satu beasiswa program Master’s of Business Administration (MBA) di universitas terkemuka di luar negeri. Batas pengiriman aplikasinya 1 Februari 2010.

Program beasiswa MBA tersebut terdiri dari beberapa pilihan negara yaitu di Amerika Serikat, Australian Education International di Australia, di Prancis, di Inggris, serta di Singapura.

Syarat utamanya, pelamar beasiswa harus memenuhi seluruh persyaratan di bawah ini, yang antara lain adalah warga negara Indonesia, berusia maksimal 35 tahun saat mendaftar program beasiswa ini, lulus S1 dari universitas lokal dan dari jurusan apapun dengan IPK minimal 3.00 (dalam skala 4.00), memiliki pengalaman kerja penuh-waktu selama minimal 2 tahun setelah menyelesaikan pendidikan S1, serta tidak sedang mengikuti pendidikan S2, ataupun sudah memiliki gelar S2 atau sederajat.

Selain itu, pendaftar beasiswa ini bukan lulusan dari universitas di luar negeri, kecuali jika karena menerima beasiswa penuh dan tidak sedang menerima beasiswa yang sejenis. Pada batas akhir pendaftaran, 1 Februari 2010, pelamar telah mendaftarkan diri ke universitas-universitas yang direkomendasikan oleh SF untuk tahun ajaran 2010/2011.

Satu syarat lain yang penting perlu dicermati adalah penerima beasiswa memiliki motivasi untuk kembali ke Indonesia dan bekerja di Indonesia setelah menyelesaikan program MBA-nya. Aplikan yang terbukti memalsukan informasi di formulir aplikasi atau pada dokumen apapun yang dilampirkan dalam formulir aplikasi akan langsung didiskualifikasi.
Beasiswa meliputi penggantian satu kali biaya tes GMAT serta TOEFL/ IELTS yang sesuai tagihan/bukti pembayaran asli, penggantian biaya pendaftaran ke universitas untuk maksimal dua universitas, biaya proses pembuatan visa pelajar, tiket pesawat pergi-pulang dari Jakarta ke negara tujuan studi, biaya studi, tunjangan hidup selama masa studi, serta tunjangan buku.

Informasi lengkap mengenai beasiswa:
www.sampoernafoundation.org/content/view/1481/257/lang,id/.

Formulir Aplikasi
Formulir Referensi

Kedua formulir yang telah dilengkapi dengan dokumen - dokumen pendukung yang disyaratkan tersebut bisa dikirimkan ke kantor SF:
Sampoerna School of Education Building
Jl. Kapten Tendean No.88 C, 5th Floor
Jakarta Selatan 12710,
Indonesia.

Pengiriman paket aplikasi harus mencantumkan nama program beasiswa ini di sebelah kanan atas amplop.

Guru Bertugas Bangkitkan Anak Didik Bercita-Cita

Tugas utama seorang guru dengan kemuliaannya adalah mampu memotivasi dan membangkitkan agar anak didik punya cita - cita. Guru diharapkan mampu mendorong anak didik bersikap optimis. Guru dianggap berprestasi jika siswa - siswa mampu melebihinya.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh dihadapan para finalis Lomba Kreasi dan Inovasi Media Pembelajaran Sekolah Menengah Pertama Tingkat Nasional, Selasa (10/11/2009) di Depdiknas, Jakarta.

"Anak didik kita itu masa depan kita semua. Oleh karena itu, dia harus kita berikan motivasi dan dorongan - dorongan agar dia punya cita - cita, punya mimpi - mimpi besar. Media (pembelajaran) yang akan kita lombakan sebagai kreasi dan inovasi dari bapak ibu sekalian itu adalah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendiidkan kita," kata Mendiknas.

Tema lomba adalah Media Pembelajaran untuk Menciptakan Proses Pembelajaran yang Efektif, Efisien, dan Mengembangkan Kemandirian dalam Belajar Para Siswa. Lomba bertujuan untuk memotivasi guru SMP seluruh Indonesia untuk berkreasi, berinovasi, dan menggunakan media untuk pembelajaran yang efektif, efisien, interaktif, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa kreativitas dan kemandirian peserta didik di dalam belajar.

Panitia penyelenggara lomba telah menetapkan 198 karya yang lolos ke tahap peniliaian babak II dari 307 karya yang diterima panitia dari seluruh Indonesia. Mendiknas menyatakan, bagi para pemenang akan mendapatkan penghargaan yaitu dibantu untuk mengurus hak cipta hasil karyanya. "Para pemenang kita berikan penghargaan. Salah satu diantaranya kita bantu mendapatkan hak cipta, sehingga hasil karya ibu dan bapak ada pengakuan," katanya.

Menurut Mendiknas media pembelajaran dapat diibaratkan sebagai jembatan. Mendiknas menjelaskan, jika guru sudah menyiapkan informasi - informasi yang luar biasa, tetapi karena medianya tidak bagus maka informasi akan hilang dan tidak sampai ke siswa atau kalau sampai sudah berkurang. "Sehingga media (pembelajaran) ini sangat penting," katanya.

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Suyanto melaporkan, karya yang dilombakan merupakan hasil penelitian termasuk penelitian tindakan kelas yang berfokus pada pengembangan atau penciptaan inovasi dan pemanfaatan media pembalajaran baik media sederhana atau multimedia. Dia menyebutkan, media pembelajaran ini digunakan untuk pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS dan PKN. "Media pembelajaran yang dimaksud telah digunakan dalam proses pembelajaran dasar empiris, memfasilitasi pembelajaran yang efektif, efisien, interaktif, dan menyenangkan, " katanya.

Pada kesempatan yang sama Mendiknas menyampaikan, pada Program Kerja 100 Hari Depdiknas yang ditentukan sampai dengan 1 Februari 2010, pemerintah akan bekerja keras merampungkan banyak hal termasuk peningkatan kualitas guru dan kepala sekolah. "Nanti Insya Allah ada pelatihan upgrading kepala sekolah selama 2010. Paling tidak ada 30.000 kepala sekolah/pengawas yang harus diupgrade agar kualitas pendidikan kita juga akan meningkat," katanya.

Lebih lanjut Mendiknas mengatakan, terkait distribusi guru yang ada di daerah terpencil, terluar, dan tertinggal, pemerintah akan mengambil kebijakan khusus. Mendikas, menyebutkan, sebanyak 12 kepala dinas pendidikan provinsi dan 33 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota telah diundang untuk memberikan masukan kebutuhan riil pendidikan di daerah terpencil. "Kita ingin memberikan insentif bagi guru-guru yang bersedia untuk bertugas di daerah - daerah terpencil," katanya kepada pers usai pembukaan acara lomba.

Mendiknas mengatakan, pemerintah dalam mengambil kebijakan tidak menggunakan pendekatan secara obligasi yaitu pendekatan yang didasarkan atas kewajiban, tetapi dengan pendekatan insentif. Mendiknas menyebutkan, ada dua pendekata insentif yaitu insentif finansial dengan kenaikan gaji dan insentif karir dengan kenaikan pangkat. "Yang tadinya mungkin dalam dua tahun naik pangkatnya. Ini mungkin tiap tiga tahun naik dua kali atau satu tahun naik satu kali dan seterusnya. Ini yang sedang dirumuskan," katanya.

Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas Baedhowi menyebutkan, saat ini terdapat 41.000 guru yang tersebar di 33 kabupaten di daerah perbatasan terluar, terpencil, dan terdepan. "Itu adalah data berdasarkan NUPTK (Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan) yang sedang kita kerjakan sampai kondisi September 2009," katanya.***

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008