Rabu, 06 Oktober 2010

Evaluasi RSBI

Pelaksanaan evaluasi pencapaian hasil belajar siswa SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) se-Indonesia,
yang dilaksanakan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama yang serentak pada 19-20 April lalu, SMPN 2 berhasil meraih hasil di atas rata-rata standar nasional. Evaluasi yang diadakan di 102 sekolah berstatus RSBI ini, diberikan kepada siswa kelas akhir untuk melihat hasil belajar di sekolah RSBI secara nasional. Kepala SMPN 2 Parepare, Drs H Djamaluddin MPd, kemarin menjelaskan, evaluasi pencapaian hasil belajar ini, khusus diadakan untuk mata pelajaran Matematika dan IPA berbahasa Inggris. Nilai rata-rata nasional yang dipatok dalam evaluasi belajar tahap akhir ini, adalah 62,24 sedangkan hasil rata-rata evaluasi belajar yang diraih SMPN 2 melampaui hingga 74,94. “Tahun ini merupakan pertama kali SMPN 2 mengadakan evaluasi belajar tahap akhir yang diikuti sebanyak 85 orang,” katanya. Disebutkan, setiap siswa yang mengikuti evaluasi akan diberikan sertifikat nasional. Itu sebagai bentuk penghargaan kepada siswa, yang berprestasi dari hasil belajar yang dicapai. Sertifikat ini pula, bisa dipergunakan untuk mendaftar di SMA atau SMK RSBI tingkat provinsi dan kabupaten kota. “Nilai yang terlampir adalah nilai murni berdasarkan hasil koreksi LJK yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMP Jakarta. Jadi hasilnya tidak diragukan lagi,” tandas Djamal.

Yogyakarta Mulai Evaluasi RSBI

Pemerintah mulai mengevaluasi rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) di wilayah DI Yogyakarta. Evaluasi dalam bentuk penelitian itu dimulai sejak Selasa (20/7/2010). Sebanyak 16 kepala RSBI jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK negeri dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Sleman dikumpulkan.
Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait perkembangan RSBI, meliputi manajemen, prestasi, kompetensi pengajar, dan sarana prasarana.
-- Baskara Aji

"Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait dengan perkembangan RSBI, meliputi manajemen, prestasi, kompetensi pengajar, dan sarana prasarana yang tersedia," kata Kepala Bidang Rencana dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Baskara Aji.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan untuk mengukur daya serap pelajar kelas internasional serta respons wali murid terhadap kelas internasional. Evaluasi RSBI dilakukan untuk menjawab banyaknya keluhan dan pertanyaan masyarakat terkait RSBI. Sampai tahun ini, jumlah RSBI di Yogyakarta mencapai 15 sekolah negeri dan swasta, serta belum ada sekolah berstandar internasional.

Diberitakan sebelumnya, dalam seminar "Tantangan Bahasa Indonesia pada Era Pasar Bebas" yang diselenggarakan Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional, Selasa (20/7/2010) di Jakarta, sekolah-sekolah berstatus RSBI dinilai salah kaprah dalam mengartikan internasionalisasi pendidikan. Internasionalisasi diartikan dengan menggantikan bahasa pengantar bahasa

Mendiknas akan evaluasi RSBI bertarif mahal

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh segera melakukan evaluasi terhadap sekolah-sekolah Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang bertarif mahal.

“Taraf dan tarif itu merupakan dua hal yang berbeda, karena falsafah pendirian RSBI itu mengacu pada UU Sisdiknas yang mengamanatkan kualitas internasional,” katanya di Surabaya, Minggu.

Di sela-sela pembukaan TBM di mal CITO, Surabaya, ia mengemukakan hal itu menanggapi keluhan sejumlah wali murid tentang biaya pendidikan di RSBI dan kemungkinan anak miskin yang lulusan RSBI dapat ke luar negeri.

Menurut menteri, UU Sisdiknas mengamanatkan pendirian RSBI pada setiap provinsi untuk mendorong tumbuhnya kualitas sumber daya manusia yang bertaraf internasional.

“Penduduk kita itu besar, tapi kualitasnya perlu didorong, karena itu ada RSBI. Adanya RSBI itu karena tidak mungkin semua penduduk kita menjadi juara, namun harus ada sebagian yang berkelas juara,” katanya.

Kendati ada RSBI, katanya, setiap orang harus mempunyai akses yang sama, sehingga RSBI itu tidak boleh menjadi “eksklusif” dengan tarif yang mahal.

“Kalau ada RSBI yang eksklusif, maka kami akan melakukan evaluasi, apalagi program RSBI sudah berlangsung empat tahun, sehingga tahun ini sudah saatnya untuk evaluasi itu,” katanya.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengatakan evaluasi RSBI akan dilakukan dalam beberapa aspek yakni aspek kualitas, aspek ‘output’ berupa anak didik yang menjadi juara, fasilitas, tenaga pengajar, dan aspek akses.

“Aspek tenaga pengajar itu mensyaratkan, apakah ada sekian pengajar bergelar S2, lalu apa ada akses yang sama, karena sekolah tidak boleh memberi prioritas kepada anak didik dengan pertimbangan kemampuan ekonomi, tapi tetap pertimbangan akademik,” katanya.

Hasil evaluasi, katanya, pihaknya akan mengeluarkan regulasi untuk tahun ajaran berikutnya supaya RSBI tidak bersifat “eksklusif” dalam berbagai aspek.

“Kalau dalam evaluasi ditemukan praktik-praktik yang menyimpang dari UU Sisdiknas, maka nanti akan ada regulasi yang mengatur, misalnya RSBI harus memberi peluang 20 persen untuk siswa yang tidak kaya dengan sistem subsidi silang,” katanya.

Ia menambahkan hasil evaluasi diharapkan akan selesai dalam tahun ini dan tahun ajaran berikutnya sudah ada regulasi RSBI.

“Jangan sampai amanat UU Sisdiknas ada penyimpangan, seperti tarif yang mahal dan memutuskan peluang anak dari ekonomi bawah untuk masuk RSBI,” katanya.

Tentang kemungkinan siswa RSBI melanjutkan studi ke luar negeri, ia mengatakan hal itu bukan keharusan.

“Target RSBI itu bertaraf internasional dan bukan harus melanjutkan studi ke luar negeri. Jadi, RSBI itu nggak harus ke luar negeri, karena yang penting memiliki kualitas yang nggak kalah dengan taraf luar negeri,” katanya.

Pemerintah Akan Evaluasi RSBI Agustus Mendatang

Kementerian Pendidikan Nasional berencana mengevaluasi 1.100 rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di seluruh Indonesia. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemajuan sekolah yang bersangkutan untuk menjadi Sekolah Berstandar Internasional (SBI).

“Agustus nanti ada evaluasi total,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal kepada wartawan di Surakarta, Selasa (20/7).

Jika dalam evaluasi nanti ditemukan ada yang kurang baik, pihaknya akan memberi peringatan. Sedangkan yang baik, kata dia, akan diteruskan menuju SBI. "Jika tidak bisa menunjukkan tanda-tanda bisa menjadi SBI, akan diturunkan menjadi sekolah biasa," ujarnya.

Menurut dia, persoalan yang selalu timbul selama ini adalah menyangkut mahalnya biaya. Dia mengakui ada sekolah-sekolah yang kebablasan memungut biaya sekolah. “Karena mereka merasa ada kebebasan (untuk memungut),” katanya.

Karenanya, evaluasi total Agustus mendatang termasuk mempertajam standarisasi RSBI sesuai yang ditetapkan pemerintah. “Aturannya sebenarnya sudah cukup ketat. Tapi perilaku sekolah masih bervariasi. Terutama kejadian-kejadian di kelas internasional tadi,” katanya.

Kemdiknas Turunkan Tim Evaluasi RSBI

Kementerian Pendidikan Nasional saat ini telah menurunkan tim untuk mengevaluasi menyeluruh terhadap semua sekolah berlabel rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI).
Tim tersebut melakukan verifikasi dalam empat aspek yakni, akuntabilitas, prestasi akademik, rekrutmen siswa, dan pemenuhan prasyarat SBI.
Evaluasi diharapkan akan selesai Juli tahun ini. Hasil evaluasi tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk membuat peraturan baru yang ditargetkan selesai Agustus nanti.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua RSBI termasuk akuntabilitas mulai dari keuangan termasuk verifikasi penggunaan dana anggaran RSBI. Karena, tahun ajaran baru rampung Juni-Juli, laporan rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) baru ditutup Juni sehingga evaluasi akuntabilitas baru rampung akhir Juni,” kata Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh di Jakarta, Rabu (16/6).
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya (SP,12/6) peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Febri Hendri memperkirakan terjadi penyimpangan penggunaan dana proyek RSBI) sampai 30 persen yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 151 juta per sekolah selama tiga tahun (2007-2009). Jika jumlah ditotal untuk 1.172 RSBI, jumlahnya mencapai Rp 176 miliar dari dana hibah yang dikucurkan ke RSBI sebesar Rp 500 juta per tahun.
Mendiknas mengelaborasi bahwa evaluasi RSBI itu akan meliputi akuntabilitas pengelolaan sekolah mulai dari keuangan, pencapaian prestasi akademik seperti nilai akademik lulusannya.
Demikian pula soal rekrutmen penerimaan mahasiswa apakah murni menurut kemampuan akademiknya atau malah, karena kemampuan membayar, dan pemenuhan prasyarat sebagai RSBI seperti tenaga pendidik dan sarana prasarana.

Verifikasi
Dalam rangka mencegah terjadinya korupsi Kemdiknas melakukan verifikasi laporan keuangan sekolah termasuk penggunaan anggaran. Menjadi kewenangan daerah untuk melakukan pengawasan terhadap sekolah-sekolah binaannya
Jika ada penyelewengan, pelakukanya dapat dipidanakan. Kalau ada bukti-bukti terjadi penyelewengan dana terutama dana block grant baik dari pusat maupun daerah, sekolah dapat diproses secara hukum.
”Akuntabilitas dalam tata kelola SDM dan keuangan sangat penting, apakah dalam mengelola keuangan bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” tandasnya.Mendiknas menyatakan, dalam peraturan baru terkait dengan RSBI akan diatur juga soal besaran sumbangan pendidikan tertinggi di setiap daerah. Kemdiknas juga akan menentukan berapa biaya tertinggi dan terendah untuk RSBI di suatu daerah.
“Terkait dengan penarikan sumbangan dari orangtua akan disesuaikan dengan indeks kemahalan tiap daerah, indeks biaya di tiap daerah berbeda tidak bisa disamaratakan. Sebab, kontribusi pemerintah daerah terhadap RSBI berbeda-beda,” kata Nuh

Kemendiknas Evaluasi RSBI

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI). Evaluasi akan dilakukan usai tahun ajaran yang berakhir pada Juni 2010.

Siaran Pers Kementrian Pendidikan Nasional, Ahad (20/6) menyebutkan bahwa dalam melakukan evaluasi, akan digunakan empat parameter. Yakni akuntabilitas pelaksanaan, capaian akademik, prinsip-prinsip akademik dalam perekrutan siswa, dan persyaratan penyelenggaraan RSBI. "Apakah berbandingan guru S2 dan S3 (memenuhi). Gedung dan seterusnya sudah dipenuhi atau belum," kata Menteri Pendidikan Nasional Muhamad Nuh.

Menurut Mendiknas, dengan menggunakan empat parameter itu, RSBI yang sudah ada akan dinilai apakah sekolah itu memenuhi persyaratan- persyaratan seperti yang dijanjikan atau tidak. "Kalau memenuhi jalan terus, tetapi kalau tidak drop," tegasnya.

Pada sisi lain Mendiknas mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah yang diberikan ke sekolah maupun perguruan tinggi dinilai masih kurang. Padahal, kata dia, biaya operasional sekolah sangat tinggi. Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam mengembangkan dunia pendidikan. "Sepanjang tidak menjadikan sumbangan masyarakat tadi itu menjadi syarat mutlak tanpa mempertimbangkan kemampuan akademik," katanya.

Sementara, terkait implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, Mendiknas menekankan, sekolah maupun perguruan tinggi harus menyiapkan, tanpa harus diminta, informasi-informasi dasar ke publik. Caranya, kata Mendiknas, tidak harus menugaskan seseorang sebagai juru bicara di sekolah maupun perguruan tinggi. "Informasi itu cukup atau bisa juga di upload di website masing-masing sekoloah, sehingga kalau ingin mendapatkan informasi cukup klik. Keterbukaan informasi bagian dari akuntabilitas, " katanya

Selasa, 31 Agustus 2010

PROGRAM KERJA PPDB RSBI

PROGRAM KERJA
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU SMP NEGERI
TAHUN PELAJARAN 2010/2011
NOJENIS KEGIATANINDIKATORPELAKSANAWAKTU
1Rapat pendahuluan 1Adanya Pengarahan Kepala Sekolah1Kepala Sekolah29 Januari 2010
2Adanya Pengarahan Waka II2Panitia
2Penyusunan proposal dan program kerja1Adanya proposal dan program kerja1Sigit Suryono, M.Pd20 Januari 2010
2Adanya pembagian tugas2Trianjar Priyanta, S. Pd.
3
3Perencanaan anggaran dan ATK1Adanya anggaran dan ATK1Rini Harjanti, S.Pd.25 Januari 2010
2Suhadi, SIP
4Rapat Pembagian Tugas1Setiap anggota panitia PPDB memahami tugasnya masing-masing1Panitia6 Februari 2010
6Publikasi / Sosialisasi1Adanya spanduk terpasangKoordinator : Umar Said, S.Pd.
2Adanya sosialisasi ke SD1Drs. Agus Suhartoyo8 s.d. 13 Pebruari 2010
3Adanya petunjuk mekanisme PPDB
4Adanya petunjuk pendaftaran
5Adanya papan pengumuman
6Adanya denah pendaftaran
7Informasi1Adanya informasi prosedur dan syarat pendaftaran Koordinator : Sanyata, S.Pd.
2Adanya informasi tata cara pendaftaran1Kisna Widada15 s.d. 25 Pebruari 2010
3Adanya informasi tempat 2Ponikem, S.Pd.
4Adanya informasi pengumuman siswa yang diterima
5Adanya informasi rangking
8PengetikanAdanya : Koordinator : Sigit Suryono, M.Pd.
1Pengumuman Pendaftaran1Trianjar Priyanta, S.Pd.25 Januari s.d 28 Juni 2010
2Master spanduk
3ID Card
4Panduan PPDB
5Kartu pendaftaran
6Master Map
7Formulir pendaftaran
8Presensi panitia
9Daftar hadir tes tertulis
10Presensi test wawancara
11Kuitansi pembayaran
12Mekanisme kerja tim & PPDB
13Tata cara pendaftaran
14Pedoman Assesmen Wawancara
15Format Hasil Assesmen wawancara
16Nilai terangking
17Daftar siswa diterima
19Informasi daftar ulang
20Kartu bukti pembayaran
21Surat pernyataan siswa diterima
22Surat pernyataan orang tua/wali siswa diterima
23SK siswa diterima
24Presensi pengambilan UASBN SD tidak diterima
26Bukti pengambilan UASBN SD dari loket pendaftaran
9Penggandaan dan pengepakanPenggandaan Koordinator : Trianjar Priyanta, S.Pd.
1Panduan PPDB1Sri Dyas Purwanto
2Kartu pendaftaran2Sugeng25 Januari s.d 28 Juni 2010
3Formulir pendaftaran3Suprapto
4Presensi panitia4Kristiyanto
5Soal tes tertulis
6Presensi test wawancara
7Kuitansi pembayaran
8Tata cara pendaftaran
9Pedoman Assesmen Wawancara
10Format Hasil Assesmen wawancara
11Informasi daftar ulang
12Surat pernyataan siswa diterima
13SK siswa diterima
14Presensi pengambilan UASBN SD tidak diterima
15Berita acara pencabutan UASBN SD
16Map
Berkas yang dimasukkan dalam map :
1Panduan PPDB
2Kartu pendaftaran
3Formulir pendaftaran
10Membangun software PPDB1Ada software PPDB 2010/2011 SMP N 1 WonosariKoordinator : Triyono Setyo Wibowo, S.Pd.
di SMP Negeri 1 Wonosari 1Ahmadi5 Februari 2010
Tahun 2010/2011 2Saptanto Riyadi
11 Pemantapan/checking akhir1Semua sarpras PPDB tersedia 1. Panitia6 Februari 2010
2Semua panitia siap melaksanakan tugas
12Pelayanan pengambilan formulirAdanya :Koordinator : Sigit Suryono, M.Pd.
1Pengambilan berkas formulir di sekretariat 15 s.d. 25 Pebruari 2010
2Pelayanan pengambilan formulir pendaftaran
3Pelaporan hasil pengambilan formulir
13PendaftaranAdanya :Koordinator pendaftar : Yati Siti Alinas, S.Pd.
1Penerimaan map pendaftaran beserta kelengkapannya.1Dwi Lestari, S.Pd.
2Pengecekan biodata2Surono, S.Ag.15 s.d. 25 Pebruari 2010
3Pengecekan kelengkapan formulir pendaftaran.3Kusdarini, S.Pd.
4Memberi nomor pendaftaran pada map, kartu pendaftaran dan formulir pendaftaran4Wanityastuti, S.Pd.
5Pengurutan map pendaftaran sesuai nomor pendaftaran5Dani Winarsih
6Penyerahan map pendaftar kepada petugas olah data
14Entry data dan Olah dataAdanya :Koordinator : Triyono Setyo Wibowo, S.Pd.
1Entry data di ruang pendaftaran1Ahmadi27 Peb. S.d. 28 Juni 2010
2Pengolahan data pendaftar2Saptanto Riyadi
15Seleksi AdministrasiAdanya :Koordinator : Triyono Setyo Wibowo, S>Pd.
Data raport pendaftar dari kelas IV s/d kelas VI semester I1Ahmadi27 Peb. S.d. 2 Maret 2010
Daftar pendaftar dan kelengkapannya2Saptanto Riyadi
16Pengumuman Seleksi AdministrasiAdanya :Koordinator : Sigit Suryono, M.Pd.
Daftar siswa yang berhak mengikuti seleksi berikutnya 4 Maret 2010
Daftar siswa yang tidak memenuhi persyaratan
17Tes Akademik I dan IIAdanya :Koordinator : Sulistiyana, S.Pd.
Soal tes akademik1Dari Setyowati, S.Pd.7 Maret 2010 dan
Administrasi pelaksanaan tes akademik 9 Mei 2010
18Menyusun instrumen wawancara calon 1Adanya pedoman assesmen wawancaraKoordinator : Drs. Y Supardi
Peserta didik baru dan orangtua pendaftar2Adanya format hasil assesmen wawancara1Warsi Utami, S.Pd.12 Maret 2010
2Sri Rahayu, S.Pd.
19Wawancara dengan calon siswaAdanya :Koordinator : Drs. Y Supardi
Wawancara dengan orang tua calon siswa1Adanya hasil assesmen wawancara1Warsi Utami, S.Pd.14 Maret 2010 dan
2Pengambilan berkas wawancara ke petugas wawancara2Sri Rahayu, S.Pd.23 Mei 2010
3Penyerahan berkas wawancara ke sekretariat
20Tes PsikologiAdanya :Koordinator : Adib Mahrus, S.Pd.
Kerjasama dengan lembaga lain1Amanah Yuniastuti, S.Pd.10 April 2010
Hasil tes yang telah dilakukan
21Tes PemetaanAdanya :Koordinator : Iin Indriyani, S.Pd.
Soal pemetaan ( bahas Inggris dan TIK )1Sri Wahyuni, S.Pd.16 Mei 2010
Hasil tes yang telah dilakukan
22Matrikulasi dan tes Adanya :Koordinator : Iin Indriyani, S.Pd.
Administrsi pelaksanaan matrikulasi1Sumardi, S.Pd.Minggu ke-4 Mei s.d.
Perangkat soal untuk pelaksanaan matrikulasi2Sigit Suryono, M.Pd.Minggu ke-3 Juni 2010
3Drs. Agus Suhartoyo
4Sri Wahyuni, S.Pd.
23Penyerahan Nilai UASBNSD Asli AdanyaKoordinator : Sigit Suryono, M.Pd.
oleh calon siswa Blanko UASBN SD asli dan fotokopi1Trianjar Priyanta, S.Pd.21 s.d. 26 Juni 2010
24Rapat Penentuan Peserta Didik (siswa) Diterima1Adanya hasil peserta didik (siswa) baru yang diterima 1. Kepala Sekolah28 Juni 2010
3. Panitia
25Pengumuman Calon Peserta Didik (Siswa) Baru1Adanya pengumuman calon peserta didik (siswa) baru1Panitia29 Juni 2010
26Pengembalian UASBN SD asli bagi pendaftar yang 1Adanya pemilahan UASBN SD pendaftar diterima dan tidak diterimaKoordinator : Dani Winarsih
tidak diterima2Terbaginya UASBN SD pendaftar tidak diterima1Mahasiswa KKN-PPL29 -30 Juni 2010
3Adanya bukti pengembalian UASBN SD
27Daftar Ulang1Adanya daftar ulang calon peserta didik (siswa) baruKoordinator pendaftar : Sigit Suryono, M.Pd.
29 - 30 Juni 2010
28Keamanan, tempat dan perlengkapanAdanya :Koordinator : Drs. Suhardi
1Pengaturan tempat.1Sri Dyas Purwanto15 Pebruari 2010 s.d
2Sound system.2Sugeng30 Juni 2010
3Distribusi konsumsi untuk tim selama pendaftaran.3Suprapto
4Kebersihan wilayah pendaftaran.4Kristiyanto
5Kegiatan yang berhubungan dengan urusan rumah tangga5Joko Iswanto
6Keamanan, ketertiban dan kenyamanan selama pendaftaran.
7Menunjukkan jalan masuk ke tempat pendaftaran.
8Mengatur antrian pengambilan formulir.
9Pengaturan tempat parkir pendaftar.
29Pelaporan1Adanya laporan hasil PPDB1Sigit Suryono, M.Pd.1 - 10 Juli 2010
2Adanya pembagian kelas2Trianjar Priyanta, S.Pd.
Wonosari,
Kepala SMP N 1 Wonosari Ketua Sekretaris
Bambang Pracaya, S,Pd., MM Drs. Kisna Widada Sigit Suryono, M,Pd.
NIP. 19631006 198403 1 003 NIP 19650326 199412 1 002

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008