Kamis, 20 Mei 2010

Menteri Pendidikan Hongkong


Jakarta --- Menteri Pendidikan Hongkong (Secretary For Education Hongkong Special Administrative Region Government (HKSARG), Michael M.Y. Suen, tiba di Jakarta sore ini (19/05). Kunjungannya ini untuk membangun kerja sama antara pemerintah Hongkong dan Indonesia di bidang pendidikan.

Besok, Suen dan delegasinya akan mengunjungi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 27 Jakarta. Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, dan Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno akan mendampingi kunjungan ini. Mereka akan diterima Kepala Sekolah SMK N 27 dan Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, dan kemudian akan melakukan tur di dalam sekolah untuk melihat proses belajar yang ada di SMK N 27.

Setelah itu, rombongan akan mengunjungi kampus Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat. Di sana delegasi pendidikan Hong Kong akan berdiskusi dengan pihak kampus, dan dilanjutkan dengan tur keliling kampus.

Keesokan harinya (21/05), delegasi Hong Kong akan melakukan pertemuan paralel dengan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal, dan dihadiri para rektor dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Airlangga, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Pelita Harapan.

Suen lalu melanjutkan agendanya dengan bertemu Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, beserta jajaran eselon 1 Kementerian Pendidikan Nasional dan bersama-sama melakukan penandatanganan MoU kerja sama untuk Pendidikan Indonesia-Hong Kong. (aline)

Alamat Email Kementerian Pendidikan Nasional


Yth
Pengguna Mail Depdiknas;
Seiring adanya pergantian domain dari depdiknas.go.id menjadi kemdiknas.go.id, maka kami pun melakukan migrasi mail server yang sebelumnya menggunakan qmail dengan url http://mail.depdiknas.go.id, sekarang menggunakan software open source zimbra dengan url http://mail.kemdiknas.go.id, untuk meningkatkan performa dari mail server.
User name dan password login tetap sama dengan yang di gunakan di http://mail.depdiknas.go.id, dan untuk data account mail depdiknas, masih tetap ada di server mail yang lama yang dapat di akses di http://mail.kemdiknas.go.id. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Untuk penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi kami di admin@kemdiknas.go.id atau idc@pustekkom.kemdiknas.go.id
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih
Hormat Kami

Admin Mail Depdiknas

Juara Lomba Kompetensi Akan Dilatih di Australia

Jakarta --- Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno menyatakan, Lomba Kompetensi Siswa SMK 2010 yang berlangsung 12-17 Mei telah dilaksanakan dengan sangat baik. Ajang ini menghasilkan karya-karya unggulan yang bisa dibanggakan. Karya-karya unggulan tersebut akan diseleksi lagi untuk diikutsertakan dalam kompetisi-kompetisi tingkat internasional.

"Dari 50 bidang lomba yang dikompetisikan, para juri telah menetapkan para siswa peserta yang layak menjadi juara dan mendapatkan medali," ujarnya dalam acara penutupan (16/5) di arena Pekan Raya Jakarta. Lomba tersebut ditutup Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto. Turut hadir pula dalam acara penutupan anggota Komisi X DPR Hanif Zakhiri dan Teresia Pardede, Ketua Umum Kadin Indonesia, Ketua umum BSNP dan BSNP,dan mitra industri SMK seluruh Indonesia.

Joko menegaskan, hasil dari kompetisi yang digelar setiap tahun ini adalah nyata. Ini terbukti adanya perwakilan dari asosiasi pelatihan di Australia yang berkesempatan hadir di penutupan acara, berminat merekrut para juara untuk dilatih di negara mereka. "Ketika kalian berprestasi nanti, akan bisa direkrut di Australia untuk belajar lebih hebat dan diberi sertifikasi. Sehingga, keterampilan kalian bisa diakui di mana saja. Mudah-mudahan akan membawa manfaat bagi kalian," katanya disambut tepukan riuh para siswa. (aline/agung)

Juara Lomba Kompetensi Akan Dilatih di Australia

Jakarta --- Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Kementerian Pendidikan Nasional Joko Sutrisno menyatakan, Lomba Kompetensi Siswa SMK 2010 yang berlangsung 12-17 Mei telah dilaksanakan dengan sangat baik. Ajang ini menghasilkan karya-karya unggulan yang bisa dibanggakan. Karya-karya unggulan tersebut akan diseleksi lagi untuk diikutsertakan dalam kompetisi-kompetisi tingkat internasional.

"Dari 50 bidang lomba yang dikompetisikan, para juri telah menetapkan para siswa peserta yang layak menjadi juara dan mendapatkan medali," ujarnya dalam acara penutupan (16/5) di arena Pekan Raya Jakarta. Lomba tersebut ditutup Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto. Turut hadir pula dalam acara penutupan anggota Komisi X DPR Hanif Zakhiri dan Teresia Pardede, Ketua Umum Kadin Indonesia, Ketua umum BSNP dan BSNP,dan mitra industri SMK seluruh Indonesia.

Joko menegaskan, hasil dari kompetisi yang digelar setiap tahun ini adalah nyata. Ini terbukti adanya perwakilan dari asosiasi pelatihan di Australia yang berkesempatan hadir di penutupan acara, berminat merekrut para juara untuk dilatih di negara mereka. "Ketika kalian berprestasi nanti, akan bisa direkrut di Australia untuk belajar lebih hebat dan diberi sertifikasi. Sehingga, keterampilan kalian bisa diakui di mana saja. Mudah-mudahan akan membawa manfaat bagi kalian," katanya disambut tepukan riuh para siswa. (aline/agung)

Minggu, 18 April 2010

SEAMOLEC, Mengadakan Program Kemitraan Sekolah ke Jerman dan New Zealand

Southeast Ministers of Education Organization (SEAMEO) Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) mengadakan...

konferensi pers dengan narasumber Gatot Hari Priowirjanto Direktur SEAMOLEC di Gerai Informasi dan Media (GIM) Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Jumat (9/4) Siang.


Sebanyak 21 kepala sekolah akan mengikuti Program Kemitraan Sekolah ke Jerman dan New Zealand. Program ini bertujuan untuk menciptakan kerja sama antara sekolah-sekolah di Indonesia dengan sekolah-sekolah negara mitra.

Direktur SEAMOLEC dalam keterangan persnya mengatakan, "Di Eropa sudah terjadi pertukaran siswa antar sekolah dengan cepat. Kita dorong sekolah, guru, dan kepala sekolah untuk bisa langsung proaktif," katanya.


Mulai 12-16 April 2010, sebanyak sepuluh kepala sekolah SMA dari Jawa Timur dan empat kepala sekolah SMP dari Jawa Tengah akan mengikuti workshop di Wellington, New Zealand. Kegiatan yang sama juga akan dilakukan pada 18-28 April 2010 di Berlin, Jerman dengan perwakilan enam kepala sekolah SMA dan satu kepala sekolah SMK dari Surabaya, Jawa Timur.


Gatot mengatakan, SEAMOLEC adalah lembaga regional di bawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang berfokus pada pendidikan terbuka dan jarak jauh. Inisiatif program kemitraan sekolah Indonesia dengan negara lain telah diawali dengan negara-negara di daerah Asia Tenggara seperti Filiphina, Thailand, dan Vietnam."SEAMEO- SEAMOLEC harus melayani 11 negara di Asia Tenggara dan tujuh negara di luar Asia Tenggara yang merupakan associate member dari SEAMEO," katanya.


Gatot menyebutkan, selain ke Jerman dan New Zealand, pada tahun ini program kemitraan juga akan dilakukan dengan Kanada, Belanda, Perancis, dan Spanyol. Menurut dia, pengalaman dua institusi akan menyebabkan sekolah akan berkembang dan siswa juga punya keberanian. "Kita hanya membuka pintu awalnya. Setelah itu mereka kita dorong dengan swadaya dan swadana. Kemitraan di ASEAN juga intensif kita lakukan," katanya.

Deputi Direktur Administrasi SEAMOLEC Jaslin Ikhsan menyampaikan, selain membangun jejaring kerja sama pendidikan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui studi kolaboratif, memberikan sarana bagi guru untuk melakukan riset, dan berbagi pengetahuan, kebudayaan, serta nilai-nilai luhur. "Guru bisa bertanya dan menggali informasi sebanyak mungkin dari guru partnernya tentang profil atau keunggulan yang bisa disinergikan, " katanya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Purbalingga, Jawa Tengah, Agus Triyanto mengatakan, di Provinsi Jawa Tengah saat ini sedang dikembangkan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) yang akan menjadi binaan provinsi. Untuk itu, kata dia, pemerintah provinsi berkolaborasi dengan beberapa pihak diantaranya dengan SEAMOLEC. "Terima kasih atas bantuan SEAMOLEC untuk bisa membuat link dan juga web dengan sekolah-sekolah di luar negeri terutama anggota-anggota OECD," katanya.


Agus mengatakan, pendidikan di New Zealand tergolong bagus. Dia berharap, dapat mengambil kesempatan yang tepat untuk bermitra dengan sekolah di New Zealand. "Kalau toh Jawa Tengah di bawahnya, kita tahu seberapa tinggi pendidikan di New Zealand, sehingga kalau Jawa Tengah ingin mengejar ketertinggalan tidak ngawur dalam membuat perencanaan

Mandikdasmen Kemdiknas, Mengadakan Konferensi Pers tentang Penyelenggaraan ICYS

Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Kemdiknas mengadakan...

konferensi pers pelepasan peserta 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) dengan narasumber Suyanto, Dirjen Mandikdasmen Kemdiknas di Gedung E lt.5 Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta, Rabu (7/4) Siang.

Indonesia menargetkan menjadi juara umum pada Lomba Penelitian Ilmiah Remaja Tingkat Dunia Ke-17 atau ICYS yang akan digelar di Bali pada 12-17 April 2010. ICYS merupakan lomba penelitian ilmiah remaja bergengsi tingkat dunia di bidang Ilmu Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi. Kompetisi ilmuwan remaja dari berbagai negara ini dimaksudkan untuk menggali potensi peneliti muda yang kelak dapat berperan dalam mengembangkan keilmuan untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh umat manusia di dunia.

Dirjen Mandikdasmen dalam sambutannya mengatakan, "Kakak-kakak kalian dulu sudah mencatatkan menjadi juara umum bagi bangsa ketika bersaing di Polandia. Saya menaruh keyakinan karena ini di kandang sendiri mudah-mudahan cita-cita kita tercapai menjadi juara umum," katanya.

Lomba yang diadakan setiap tahun di Eropa dengan negara peserta dari daratan benua Amerika dan Asia ini untuk pertama kali digelar di Asia dan sebagai tuan rumah Indonesia. Pada penyelenggaraan tahun lalu di Pszcyna, Polandia, Indonesia berhasil meraih prestasi gemilang menduduki peringkat pertama sebagai juara umum. Indonesia meraih enam medali emas, satu perak, dan tiga perunggu. Disusul Belanda di peringkat kedua dengan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Adapun peringkat ketiga diraih Amerika Serikat dengan tiga medali emas Sementara Rusia di peringkat keempat dan Polandia di peringkat kelima dengan perolehan masing-masing dua medali emas.

Pada ajang ICYS ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 12 siswa SMA terpilih dari seluruh Indonesia. Siswa terpilih tersebut telah melalui dua tahap seleksi. Tahap pertama pada 15-19 Januari 2010 terpilih 17 dari 29 peserta dan tahap kedua pada 19-22 Februari 2010 terpilih 12 peserta sebagai wakil Indonesia di ICYS ke-17. Ajang tingkat dunia ini merupakan kelanjutan dari kompetisi penelitian tingkat nasional Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diselenggarakan pada November 2009.

ICYS ke-17 diikuti oleh sebanyak 19 negara. Sebanyak 13 negara menjadi peserta dan enam negara sebagai observer. Adapun negara peserta adalah Belarusia, Brazil, Kroasia, Jerman, Georgia, Hongaria, Indonesia, Belanda, Polandia, Rumania, Rusia, Turki, dan Ukraina, sedangkan negara observer adalah Iran, Inggris, Thailand, Nigeria, Laos, dan Kamboja.

Adapun peserta Tim ICYS Indonesia adalah Dita Nurtjahya dari SMA Negeri 1 Sungailiat, Kep. Bangka belitung; Dwiky Rendra Graha Subekti (SMA Theresiana 1 Semarang, Jawa Tengah); Florencia Vanya Vaniara (SMA Santa Laurencia Serpong, Banten); Muhammad Kautsar (SMA Negeri 6 Yogyakarta, DIY); Andreas Widi Purnomo (SMA Santa Laurensia Serpong, Banten); Miftah Yama Fauzan (SMAN 1 Sidoarjo, Jawa Timur); Fauqiah Tambunan (SMA Mutiara Bunda Bandung, Jawa Barat); Rizal Panji Islami (SMA Negeri 3 Bandung, Jawa Barat); Ilham Naharudiansyah (SMA Lab School Kebayoran, DKI Jakarta); Sonny Lazuardi N (SMAN 5 Bandung, Jawa Barat); Aria Dhanang Dewangga (SMAN 5 Bandung, Jawa Barat); dan Oki Novendra SMAN 1 Bogor, Jawa Barat).

Mandikdasmen Kemdiknas, Buka Workshop Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren

membuka secara resmi Workshop Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren yang dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran oleh Buchori Muslim di Hotel Sahid, Jakarta, Senin, (5/4) malam.

Dirjen Mandikdasmen dalam sambutannya mengatakan, arah dari sistem SMP Berbasis Pesantren yang sudah memasuki tahun ketiga ini adalah ingin menuntaskan Wajib Belajar 9 Tahun. Saat ini, sebenarnya program itu sudah tuntas, hanya saja karena pemerintah telah menetapkan era kualitas, maka Kemdiknas akan melakukan evaluasi terhadap pendidikan SMP berbasis pesantren ini.

Dikemukakan, para santri itu diyakini memiliki kelebihan di bidang agama, kemudian pemerintah memasukkan pelajaran berbasis kurikulum sekolah umum, sehingga diharapkan lulusannya nanti bisa memiliki ilmu pengetahuan yang berimbang dalam konteks intelektualitas dan karakter.

Ia menegaskan bahwa persoalan ahlak mulia, iman dan taqwa sudah menjadi keseharian para santri yang belajar di pesantren. Para santri, katanya, belajar dari nilai-nilai agama Islam, sehingga dengan demikian sangat tepat apabila pemerintah menggalakkan pendidikan karakter.


"Dari sana lah saya kira tempat persemaian paling efektif, dan pemerintah akan terus melakukan dan meningkatkan kualitas pelayanannya,” katanya.

Menurut Suyanto, semua anak usia wajib belajar (sembilan tahun) memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan, dan pemerintah harus memberikan pelayananan dengan kualitas yang baik tanpa melupakan bahwa pondok pesantren selalu mengajarkan pendidikan yang bersumber dari agama Islam.

Ia mengakui bahwa keunggulan siswa didik pesantren dengan siswa di pendidikan umum, di samping menguasai ilmu-ilmu keagamaan, mereka mendapatkan kurikulum pendidikan umum yang layaknya diterapkan di siswa SMP, sedangkan siswa umum hanya mendapatkan pengajaran agama beberapa jam saja.

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008