Minggu, 31 Oktober 2010

Pendidikan Khusus Akan Direvitalisasi

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh membuka Gebyar dan Lomba Kompetensi Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Tingkat Nasional 2010, di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta, Selasa (26/10).

Lomba yang berlangsung sampai dengan 29 Oktober 2010 ini bertujuan untuk menggali potensi siswa dan memberikan dorongan, sehingga timbul motivasi yang kuat untuk mampu beraktualisasi diri dan bersaing secara sehat dalam mencapai prestasi sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Dalam sambutannya Menteri Nuh mengatakan, Kementerian Pendidikan Nasional akan memberikan perhatian khusus kepada peserta dan penyelenggara pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus. "Kami ingin melakukan revitalisasi dan penguatan pendidikan khusus, yaitu pada fasilitas dan infrastruktur," ucapnya.

Achmad Zulkarnaen, salah satu peserta lomba dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Banyuwangi berharap agar lomba-lomba bagi siswa dengan layanan khusus bisa terus ditambah, agar setiap siswa berkesempatan untuk menunjukkan bakat dan kompetensi yang dimilikinya dan mampu bersaing dengan siswa lain pada umumnya. "Saya sangat senang bisa ikut acara ini, semoga acara ini terus ada bahkan kalau perlu ditambah jenisnya," kata Achmad.

Profesionalisme Kepala Sekolah Ditingkatkan

Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam pengembangan sekolah. Untuk itu, kepala sekolah dituntut memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai. Untuk memperlancar tugasnya maka perlu diadakan pendidikan dan pelatihan, serta penyiapan para calon kepala sekolah/madrasah dan pengembangan keprofesian berkelanjutan.


Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Nasional Baedhowi mengatakan, terdapat korelasi langsung antara kompetensi kepala sekolah dengan pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah. "Jika kualitas kompetensi kepala sekolah tinggi maka ada korelasi yang bagus dalam melaksanakan proses pembelajaran," katanya saat memberikan keterangan pers tentang implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikasn) No.28 Tahun 2010 tentang Penugasan Guru menjadi Kepala Sekolah di Kemdiknas, Jakarta, Jumat (29/20).

Pada acara yang dipandu oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemdiknas M.Muhadjir hadir Direktur Profesi Pendidik Ahmad Dasuki dan Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma.

Baedhowi menyampaikan, Undang-Undang No.14/2005 tentang Guru dan Dosen menyebutkan persyaratan guru minimal berkualifikasi S1/D4. Oleh karena itu, kata dia, persyaratan kepala sekolah yang diatur dalam Permendiknas ini mengacu pada undang-undang tersebut. Ketentuan lain yang diatur dalam Permendiknas ini adalah terkait penyiapan calon kepala sekolah.

"Dulu kepala sekolah dipilih saja oleh kepala daerah, tetapi sekarang untuk menjadi kepala sekolah perlu ada persiapan-persiapan. Ada proses-proses administrasi maupun proses akademik yang harus dilakukan untuk menjadi calon kepala sekolah," katanya.

Lebih lanjut Baedhowi mengatakan, setelah calon kepala sekolah dipilih maka harus mengikuti proses pendidikan dan pelatihan minimal 100 jam dan praktik lapangan minimal tiga bulan. Untuk menjadi kepala sekolah, kata dia, harus ada suatu bukti bahwa mereka itu kompeten dan punya suatu keterampilan manajerial di dalam mengelola sekolah. "Diharapkan implementasi di lapangan tidak menentukan kepala sekolah hanya karena like and dislike, tetapi ada satu proses," ujarnya.

Baedhowi mengatakan, dalam proses pengangkatan kepala sekolah/madrasah melalui penilaian akseptabilitas oleh tim pertimbangan pengangkatan kepala sekolah/madrasah yang ditetapkan oleh pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota atau penyelenggara sekolah/madrasah yang dilaksanakan oleh masyarakat sesuai dengan kewenangannya. "Anggotanya pun juga ada unsur pengawas," katanya.

Adapun masa tugas kepala sekolah/madrasah untuk satu kali masa tugas selama empat tahun. Namun, dapat diperpanjang satu kali masa tugas bila memiliki prestasi kinerja minimal baik. "Kalau sudah dua periode boleh diangkat kembali, tetapi pada sekolah yang lain dengan prestasi amat baik," ujar Baedhowi.

Dengan berlakunya permendiknas ini maka Kepmendiknas No.162/U/2003 tentang Pedoman Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah dinyatakan tidak berlaku. Pada kesempatan yang sama, Baedhowi menyampaikan Permendiknas No.22/ 2010 sebagai perubahan Permendiknas No.47 Tahun 2007 tentang Inpassing Guru Non-PNS.



Dijelaskan, guru-guru di bawah naungan yayasan agar mendapatkan tunjangan profesi layaknya guru-guru PNS lainnya maka perlu dilakukan inpassing atau penyetaraan. Hal ini dilakukan agar pembayaran tunjangan profesi setara dengan guru PNS. "Dalam sertifikasi, baik guru PNS maupun non-PNS akan mendapatkan tunjangan profesi satu kali gaji pokok,"katanya.

Baedhowi menyebutkan, jumlah guru yang telah melakukan inpassing untuk tingkat pendidikan dasar sebanyak 6.430 orang dan untuk tingkat pendidikan menengah sebanyak 3.641 orang. Total sebanyak 10.071 orang.

Kemdiknas, kata Baedhowi, melalui Permendiknas No.27/2010 tentang Program Induksi bagi Guru Pemula, akan melakukan pembimbingan bagi guru pemula agar menjadi guru profesional. Caranya, kata dia, dilakukan dengan pembimbingan dari guru-guru senior dan kepala sekolah, serta pengawas. Masa induksi selama satu tahun dan dapat diperpanjang satu tahun. "Jika dalam dua tahun tidak bisa akan dialihfungsikan tidak menjadi guru, sehingga guru-guru yang betul-betul diangkat nanti yang profesional,

Kamis, 21 Oktober 2010

Kota Semarang Juara Umum Jambore PTK PNF Provinsi Jateng 2010

Jambore PTK PNF Provinsi Jawa Tengah 2010 merupakan moment membanggakan di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Semarang khususnya Bidang PNFI Kota Semarang, karena target untuk menjadi Juara Umum Jambore PTK PNF Provinsi Jawa Tengah 2010 ini tercapai, dengan hasil 4 Jenis Lomba meraih Juara 1, 2 Jenis Lomba Juara 2, dan 2 Jenis Lomba Juara 3.

Jenis-jenis lomba yang meraih juara 1 tersebut antara lain : Pengelolaan Blog/ Pengelola IT (Subianto, S.Kom), Instruktur Bahasa Inggris (Erma Assegaf, S.Pd.), Tata Rias (Rusdah, SE), Tutor Pendidikan Keaksaraan (Arief Hidayatullah, M.Pd).

Jenis-jenis lomba yang meraih juara 2, yaitu : Tutor Pendidikan Kesetaraan (Firhadi, S.Pd.) dan Senam (Berti Maria Damayanti, S.Pd.). Sedangkan yang meraih juara 3, adalah : Pengelola TBM (Tri Utami, S.Pi) dan Pengelola Kursus (Heni Yuliastuti, S.E.).

Peserta lain dari Kota Semarang yang ikut serta dalam kegiatan Jambore PTK PNF Provinsi Jawa Tengah adalah Murgiyanti, S.E. (Tutor PAUD), Drs. Kustopo, M.Pd. (Pamong Belajar), Rosian, S.Pd. (Penilik PLS), Silviana Endang, S.Psi. (Pengelola POS PAUD) dan Sri Wisnu Nugrahaning, S.Pd. (Cipta Lagu Hymne PNFI).

Jambore PTK-PNF Tingkat Provinsi Jambi

Demi menyukseskan Kegiatan Jambore 1000 PTK-PNF di tingkat Nasional, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi mengadakan Jambore PTK PNF tingkat Provinsi Jambi tahun 2010. Jambore PTK-PNF tingkat Provinsi Jambi ini bertemakan “Melalui Jambore PTK PNF tahun 2010 kita tingkatkan Peran serta PNFI dalam Membangun Potensi dan Karakter Warga Belajar Menuju Keberadaban Bangsa” yang diagendakan dari tanggal 14 s.d 16 Juni 2010 ini diikuti oleh 14 orang peserta tiap Kab/Kota yang mewakili 14 cabang lomba yang terdiri atas Kelompok Lomba Karya Tulis, Lomba Karya Nyata, Lomba Seni dan Olahraga.

Sebagaimana yang dikatakan oleh ketua panitia, Syaid Ja`far, M.Pd dalam laporannya “Lomba Jambore PTK PNF ini akan dilaksanakan di dua tempat, yaitu 10 jenis lomba di LPMP Jambi dan 4 jenis lomba di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.” Tim juri pada kegiatan ini terdiri dari unsur Akademisi, Organisasi Profesi, Praktisi dan Pamong Belajar pada BPPLS Jambi, serta Tim IT pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dalam sambutannya saat membuka jambore tingkat Provinsi Jambi mewakili sambutan dari Ditjen PMPTK, Prof. Dr. Beadowi, M.Si mengatakan “Dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan pendidikan nasional, Ditjen PMPTK yang dalam visinya yaitu “Terwujudnya Pendidikan dan Tenaga Kependidikan yang Profesional dan Bermartabat”. Dalam konteks ini tentunya tidak hanya bertumpu pada terwujudnya Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada jalur formal, tetapi juga pada jalur pendidikan non formal. Oleh karena itu peran PTK-PNF di tengah masyarakat sangat penting, karena lebih kurang 120 juta dari penduduk Indonesia yang telah Saudara didik melalui Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Kesetaraan, Pendidikan Kecakapan Hidup dan jenis-jenis pendidikan non-formal lainnya, karena pendidikan Nonformal (PNF) berfungsi sebagai pelengkap (complement), pengganti (subtitut), dan penambah (supplement) dari Pendidikan Formal.”

Dalam sambutan terakhirnya, Ditjen PMPTK mengatakan selamat berlomba, junjung sportifitas kepada seluruh peserta Jambore PTK-PNF dan mendoakan semoga tetap sukses dalam Jambore tingakt nasional di Provinsi Jawa Timur nanti.

Pembukaan jambore berlokasi dihalaman depan Dinas pendidikan Provinsi Jambi, dimeriahkan atraksi marching Band dari SMP 7 dan paduan suara ibu-ibu guru PAUD dibawah naungan HIMPAUDI Provinsi Jmabi. Pembukaan Jambore ini di buka secara resmi ditandai dengan penekanan bel dan pelepasan balon jambore oleh Bapak Kepala Dinas Provinsi Jambi. Drs.Rahmad Derita, M.Pd.I

Sosalisasi Jambore PTK-PNF 2010

Hari Selasa, tgl 25 Mei 2010, di aula Dinas Pendidikan Kota Palopo diadakan sosialisasi jambore PTK-PNF Tahun 2010 yang akan dilaksanakan di BPPNFI Reg. V Makassar. Hadir dalam acara ini Kepala Bidang PLS Kota Palopo, Kepala UPTD SKB Kota Palopo, Kasi Kesetaraan, Kasi PAUD, serta seluruh pimpinan lembaga PNF diantaranya Direktur SMART EDUACATION Palopo, Direktur LPK handayani Palopo, Pamong Belajar, serta seluruh ketua PKBM dan satuan PNF dilapangan. Dalam arahannya, Kabid PLS menyamapikan bahwa keikut sertaan PTK-PNF Kota Palopo dalam jambore PTK-PNF ini jangan hanya pada dataran penggembira saja, melainkan bahwa harus menunjukkan prestasi yang baik.Selain itu Kabid PLS juga mengaharapakan kepada PTK-PNF yang nantinya terpilih untuk mewakili kota palopo agar serius mempersiapkan diri, sehingga bahan yang akan dilombahakn dapat dikuasai dengan baik agar target yang ditetapkan dapat tercapai. Adapun target yang dibebankan adalah minimal ada satu orang yang nantinya dapat mewakili Propinsi Sulawesi Selatan ketingkat Pusat. Disela-sela arahannya, Kabid PLS menceritakan pengalamannya ketika mewakili PTK-PNF Propinsi Sulawesi Selatan dan keberhasilannya meraih dua gelar juara yakni juara 1 tingkat Nasional Lomba Karya Ilmiah, dan juara 2 Tingkat Nasional Lomba Karya Nyata.
Arahan selanjutnya oleh Kepala UPTD SKB Kota Palopo yang pada intinya menekankan kepada Pamong Belajar agar mengambil peran maksimal dalam kegiatan ini.
Ditulis oleh ; Hasruddin, S.Pd

Lomba Blog IT Jambore PTK-PNF

Mengikuti jambore pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan non formal mewakili SKB Medan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi saya sebagai seorang instruktur IT. Setelah melewati tahapan seleksi di tingkat Kota Medan dan Provinsi Sumut, hari ini (29 Juli 2010) hingga 2 Agustus 2010, saya akan bertanding di tingkat nasional bersama 32 perwakilan dari 32 propinsi lain di seluruh Indonesia untuk bertanding di Lomba Pengelola IT dengan tema Pengelolaan Blog PTK-PNF. Mengusung judul Konsep dan Pengelolaan Blog SKB Medan.

Bertempat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, saya mendapat kesempatan berkenalan dengan begitu banyak perwakilan terbaik dari seluruh Indonesia. Saya jadi teringat masa-masa indah kuliah di Jogja dan berkenalan dengan banyak teman dari berbagai daerah nih. Bahkan saya sempat dikira perwakilan dari Jawa Tengah atau Jogja, karena face yang begitu Jawa. :D , sama persis seperti pengalaman kuliah dulu. Wong Medan kok gak ada seram-seramnya, kira2 seperti itu analoginya. :)

Tadi malam (28 Juli 2010), acara pembukaan dilangsungkan dengan sangat meriah, dengan berbagai kesenian khas Jawa Timuran, sebanyak 1000 PTK-PNF dari seluruh Indonesia disuguhkan sajian menakjubkan dan luar biasa dari Pemerintah Jawa Timur sebagai tuan rumah kegiatan ini. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Semoga event ini dapat menghasilkan para PTK-PNF yang profesional dan berkualitas untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Bagaimana pengalaman saya di event ini pada hari2 berikutnya? Tunggu kelanjutan kisahnya. Salam Pendidikan untuk semua.

Diseminasi Karya Jambore PTK-PNF Berprestasi Tahun 2010

Menindak lanjuti hasil dari pemenang Jambore 1000 PTK-PNF, naskah pemenang 1 tingkat nasional akan didiseminasikan di wilayah Barat dan Timur.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahun bagi PTK-PNF dan pemangku kepentingan lainnya, juga untuk mereview naskah hasil Jambore 1000 PTK-PNF dan mempercepat penyebarluasan hasil karya PTK-PNF dalam peningkatan kompetensi, serta memberi penghargaan bagi PTK-PNF yang berprestasi dan berkinerja baik agar mereka termotivasi untuk lebih meningkatkan mutu PTK-PNF.

Pesertanya adalah peserta Lomba Karya Nyata (LKN), Lomba Karya (LKN), Lomba Karya Tulis (LKT) dan Porseni, Kepala BP-PNFI, kepala BPKB, Kepala SKB terpilih Tim Akademisi/Asistensi Pusat, Tim Penilai LKN,LKT dan Porseni tingkat Nasional tahun 2010, Tim Akademisi Provinsi dan Forum PTK-PNF provinsi

Untuk wilayah Barat dilaksanakan tanggal 23 s.d 25 September di hotel Comfort Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau, untuk wilayah Barat akan dilaksanakan pada tanggal 30 September s.d 2 Oktober 2010 di hotel Sanur Bali.

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008