Jumat, 24 Juli 2009

Literatus Gratis Teknologi Pendidikan

Teknologi pendidikan dapat dipandang dari berbagai sisi. Cara pandang tersebut melandasi langkah gerak teknologi pendidikan dalam dunia pendidikan. Teknologi pendidikan dapat dipandang sebagai suatu disiplin ilmu, bidang garapan, dan profesi. Masing-masing sudut pandang memiliki syarat-syarat tersendiri; dan teknologi pendidikan sudah memenuhi seluruh persyaratan ditinjau dari ketiga visi tadi.

Peningkatan teknologi pendidikan sebagai ilmu dan profesi ditentukan oleh kawasan dan bidang garapan. Teori berfungsi sebagai pemandu jalur arah perkembangan teknologi pendidikan agar benar. Bidang garapan mengembangkan, menerapkan, membuktikan, dan memperbaiki teori berdasarkan masukan dari lapangan.

Makalah ini membahas visi teknologi pendidikan baik dilihat dari sisi disiplin ilmu, bidang garapan, maupun profesi.

Selasa, 14 Juli 2009

6th International Mathematics and Science Olympiad for Primary School 2009 (6th IMSO 2009)

08/11/2009
6th International Mathematics and Science Olympiad for Primary School 2009

“Smart, Skilled, and Creative In a Joyful Competition for Excellence”

Tempat Pelaksanaan
Jogjakarta, Indonesia

Waktu Pelaksanaan
08 - 14 November 2009

Information and Guidelines IMSO 2009
Registration Form IMSO 2009

Sumber
http://www.ditptksd.go.id/

Jambore 1000 PTK-PNF 2009


Yogyakarta, 7 - 12 Agustus 2009

TEMA
Dengan Jambore Kita Wujudkan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Nonformal (PTK-PNF) yang profesional dan berprestasi.

JENIS - JENIS KEGIATAN:
1. Lomba Karya Nyata (LKN), Lomba Karya Tulis (LKT), Perlombaan Olahraga dan Seni (Porseni) dengan jumlah peserta 585 orang

Kategori Perorangan LKN, LKT, dan Porseni diikuti oleh 14 PTK-PNF per provinsi yaitu: Pendidik PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), Tutor KF (Keaksaraan Fungsional), Tutor Paket B, Pamong Belajar, Instruktur Bahasa Inggris, Instruktur Senam, Instruktur Tata Rias Pengantin, Instruktur Tata Busana, Penilik, Pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Pengelola TBM (Taman Bacaan Masyarakat), Pengelola Kursus, Pengelola IT (Information Technology), TLD (Tenaga Lapangan Dikmas).

Kategori Kelompok adalah Lomba Paduan Suara dan Senam Sajojo.



2. Forum Ilmiah PTK-PNF dengan jumlah peserta 200 orang

Peserta terdiri dari Kepala SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) terpilih (penilaian hasil capaian kinerja pemanfaatan dana bantuan), Perguruan Tinggi Negeri Pengembang Model Peningkatan kualifikasi PTK-PNF atau Perguruan Tinggi Swasta Penyelenggara Program Peningkatan Mutu PTK-PNF dan Tim Asistensi Dit. PTK-PNF.


3. Bimbingan Teknis Penyusun Program PTK-PNF dengan jumlah peserta 100 orang

Peserta terdiri dari Kepala P2PNFI, BP-PNFI, BPKB, Bidang PNFI/PMPTK, SKB, Ketua Asosiasi/Forum PTK-PNF, Bagren Set. Ditjen. PMPTK, Ditjen. PNFI, Subdit. Program Dit. Bindiklat, LPMP, P4TK dan Subdit. Program Dit. PTK-PNF.


4. Evaluasi Pelaksanaan Tugas Korea Junior Expert (KJE) dengan jumlah peserta 40 orang

Peserta terdiri dari Sekretariat Negara, Departemen Luar Negeri, Menegpora, Biro Perencanaan dan KTLN Depdiknas, Ditjen. PMPTK, KOICA, Lembaga Penerima dan Korea Junior Expert (KJE).


5. Workshop LKBH (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum) PTK -PNF dengan jumlah peserta 40 orang

Peserta terdiri dari LKBH PTk-PNF 33 Provinsi, LKBH PTK-PNF Pusat, Pakar Hukum, Staf ahli Menteri Bidang Hukum dan Organisasi Depdiknas.


6. Diklat Pendidik PNF dengan jumlah peserta 90 orang (2 angkatan)

Peserta terdiri dari Instruktur kursus dari 33 Provinsi.


7. Diklat Manajemen bagi Kepala SKB Baru dengan jumlah peserta 45 orang

Peserta terdiri dari Kepala SKB Baru dari 33 Provinsi.


Gebyar 1000 PTK-PNF
Malam Puncak acara Jambore 1000 PTK-PNF dengan Menteri Pendidikan Nasional dan Gubernur DI Yogyakarta, diikuti oleh seluruh peserta Jambore PTK-PNF yang berjumlah sekitar 1000 orang yang akan menyaksikan penganugerahan PTK-PNF berprestasi serta pertunjukkan kesenian pada tanggal 11 Agustus 2009 di Pelataran Panggung Terbuka Sendratari Ramayana Candi Prambanan, Yogyakarta

Sekretariat :
Direktorat PTK-PNF, Ditjen PMPTK
Komplek Perkantoran Depdiknas Gedung D Lt. 13
Pintu I Senayan, Jakarta 10270
Telp./Faks. : 021 - 57947118
Home page : http://www.jugaguru.com
E-mail : info@jugaguru.com

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh di P2PNFI, BP-PNFI, BPKB, dan Dinas Pendidikan Provinsi setempat.

Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan - Sekolah Dasar Kelas Rendah Tema

“Melalui sayembara penulisan naskah bacaan kita tingkatkan budaya gemar membaca dan menulis peserta didik SD kelas rendah.”

Sayembara ini terbuka untuk umum, baik guru, dosen, siswa, mahasiswa, serta tenaga kependidikan, maupun masyarakat luas.

Materi naskah bacaan dapat berupa fiksi atau nonfiksi, dengan mengacu pada muatan lokal atau mata pelajaran di sekolah dasar, serta dikaitkan dengan pembinaan keimanan, ketaqwaan, akhlak mulia, penanaman nilai-nilai Pancasila, pengembangan IPTEK, atau seni budaya daerah dan nasional.

Penghargaan
10 naskah terbaik pertama, hadiah @Rp20.000.000,-
10 naskah terbaik kedua, hadiah @Rp15.000.000,-
10 naskah terbaik ketiga, hadiah @Rp10.000.000,-

Naskah dikirim paling lambat 31 Juli 2009 (stempel pos) atau diserahkan langsung ke:
Panitia Sayembara Penulisan Naskah Bacaan SD Kelas Rendah
Subdit Pembelajaran, Direktorat Pembinaan TK & SD, Gedung E Depdiknas Lt. 18
Jl. Jend. Sudirman, Senayan, Jakarta 10270

Panduan Teknis Penulisan Naskah Buku Bacaan Sekolah Dasar Kelas Rendah

Info lebih lanjut hubungi
:
Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota
atau
Subdit Pembelajaran, Direktorat Pembinaan TK & SD, Jakarta
Telp. (021) 5725641, 5725989
Faks. (021) 5725637, 5725989
Website: www.ditptksd.go.id
Email: info@ditptksd.go.id

Jumat, 10 Juli 2009

2009 Mendiknas Dorong Intensitas Kejuaraan Robotika

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mendorong intensitas kejuaraan terkait teknologi robotika. Pemerintah, kata Mendiknas, berkomitmen mendukung agenda kontes nasional robot yang digelar setiap tahun.

"Saya sangat berkomitmen betul dengan permasalahan teknologi robotika dan mendorong kejuaraan seperti itu. Pada jenjang pendidikan menengah di bidang Fisika, Kimia, Biologi, dan Matematika kita bisa meraih prestasi puncak dunia kenapa di pendidikan tinggi tidak. Itu (prestasi puncak) ada juga terefleksikan (di pendidikan tinggi). Dampaknya besar sekali pada banyak hal. Salah satunya (yaitu) rasa percaya diri pada bangsa," katanya saat menerima Tim Robotika Indonesia yang diwakili oleh Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung. Tim berhasil menjadi juara pertama pada The 2009 International Robogames kategori Open Fire Fighting Robot Contest pada 12 - 14 Juni 2009 di Fort Mason, San Fransisco, Amerika Serikat.

Robogames merupakan salah satu ajang kompetisi robot internasional tahunan terbesar yang menyelenggarakan lebih dari 70 kategori pertandingan dan diikuti 25 negara. Ajang ini mendapat predikat "World Largest Robot Competition" dari Guinness Book of Records.

Pada kategori Open Fire Fighting Robot Contest robot harus mampu mencari dan memadamkan api, yang disimulasikan oleh api lilin. Robot harus mencari sumber api di suatu simulasi rumah yang terdiri atas empat ruangan, lorong, dinding, pintu, anak tangga, dan perabotan rumah tangga. Penilaian ditentukan seberapa cepat robot mampu mencari dan memadamkan api tanpa menyentuh dinding dan tanpa dikendalikan oleh manusia.

Robot buatan anak bangsa bernama DU-114 memperoleh nilai sempurna dari tiga trial (ronde) yang dipertandingkan. Dari sebanyak 11 peserta yang sebagian besar dari Amerika hanya empat peserta yang berkinerja seperti itu. Tim Robot Indonesia berhasil meraih semua bonus yang ada. Mampu mengambil mode tersulit yaitu menaiki anak tangga, melewati rintangan, mengatasi gangguan berupa sorotan cahaya matahari, dan suara berisik penonton.

Tim Robot Indonesia juga menyertakan robot kategori berkaki NEXT-116. Walaupun hanya berada di peringkat kelima, tetapi robot ini menjadi satu - satunya robot berkaki yang diperbolehkan panitia untuk bertanding melawan robot - robot lain yang menggunakan roda. Robot ini selain cepat, juga mampu menaiki anak tangga dan hampir mengalahkan lawan - lawannya yang menggunakan roda.

Mendiknas mengatakan, banyak sekali anak - anak muda Indonesia bisa mengukir prestasi dunia. Menurut Mendiknas, ajang kegiatan adu prestasi seperti kontes robot perlu konsisten dilakukan. "Saya mengusulkan kepada Presiden memberikan Anugerah Satya Lancana Wirakarya. Itu (anugerah) hanya diberikan oleh Presiden kepada anak bangsa yang meraih prestasi dunia," katanya.

Mendiknas menyampaikan, pada tingkat pendidikan dasar dan menengah, tahun 2008 Presiden menganugerahkan sebanyak 117 Satya Lancana Wirakarya di bidang Matematika, sain, teknologi, seni, dan olah raga. "Saya ketika mendapatkan laporan dari Pak Dirjen (Dikti) mengenai kemenangan pada kejuaraan robot dunia tersebut segera melaporkan hal tersebut kepada Presiden dan Presiden sangat mengapresiasi, sangat berterima kasih atas prestasi tersebut," katanya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Depdiknas Fasli Jalal mengatakan, prestasi yang diraih pada kontes robot internasional ini merupakan suatu prestasi puncak karena sebelumnya pernah menjadi juara pada tingkat Asia Pasifik. Dia mengatakan, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Dikti mulai melebarkan kontes robot menjadi perwakilan regional. "Pada tahun ini lebih dari 220 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta se Indonesia ikut berpartisipasi

Rabu, 08 Juli 2009

Bantuan Dana bagi Penulis Buku (2009)

Guna mendorong penulis supaya lebih termotivasi untuk menulis buku, pemerintah memberikan bantuan dana. Pada 2009, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menganggarkan bantuan kepada penulis buku sebanyak Rp.2 milyar untuk 500 judul buku. Upaya ini dilakukan untuk menyediakan buku yang bermutu dan sesuai standar nasional.

Sekretaris Jenderal Depdiknas Dodi Nandika mengatakan, bantuan insentif ini merupakan langkah konkret pemerintah bagi para penulis buku yang memerlukan dana yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bahan tulisan dan menulis awal. "Kita sediakan blockgrant subsidi kepada rekan - rekan penulis buku," katanya usai membuka pameran Hari Buku Se Dunia dan Hari Buku Nasional 2009 di Plaza Depdiknas, Jakarta, Jumat (19/06/2009) .

Dodi menyampaikan, bantuan ini tidak hanya dikhususkan untuk menulis buku teks pelajaran, tetapi akan digunakan untuk buku pengayaan. Depdiknas, kata dia, juga membeli dan membantu penerbitan serta pengedaran majalah sastra Horison. "Negara besar seperti ini hanya punya satu majalah sastra yaitu majalah Horison, sedangkan negara kecil lain punya tiga sampai empat," katanya.

Dodi menyebutkan, saat ini perbandingan membaca mencapai 1/3 per siswa per tahun. Menurut dia, kendala yang dialami adalah masalah budaya, kesenangan, minat, dan kendala teknis seperti buku belum tersedia dengan mudah, harganya belum murah, dan di perpustakaan belum tersedia dengan baik. "Daerah terpencil, perbatasan, dan di pulau terluar sulit membeli buku. Toko buku juga jarang di kota - kota kecil di Indonesia," katanya.

Terkait upaya untuk menurunkan harga buku, Pemerintah, kata Dodi, berusaha mulai dengan membuat Undang-Undang Perpustakaan, menyusun Undang - Undang Perbukuan, dan program membeli hak cipta buku. "Sebanyak 400 lebih buku sudah dibeli oleh pemerintah dengan harga cukup mahal miliaran rupiah totalnya. Kemudian, dibagikan hak ciptanya, boleh digandakan, disebarkan, dijualbelikan kepada masyarakat, sehingga teman - teman di daerah terpencil sekarang sudah bisa menggandakan dan mengkopi tanpa harus terkena oleh royalti atau hak cipta itu," katanya.

Kepala Pusat Perbukuan Depdiknas Sugijanto mengatakan, bantuan ini diberikan kepada para penulis buku yang pernah mengajukan penulisan ke Depdiknas, yaitu penulisan buku teks pelajaran yang tidak lulus seleksi. Selain itu, kata dia, bantuan diberikan bagi penulis buku sayembara. "Kita prioritaskan untuk daerah di luar Jawa. Kita berikan bantuan 70 persen untuk luar Jawa dan 30 persen untuk dalam Jawa," katanya.

Sugijanto mengatakan, bantuan dana berupa uang digunakan untuk memperbaiki bahan yang telah diajukan untuk meningkatkan penulisan yang akan datang. Untuk satu buku teks pelajaran, untuk setiap tulisan diberikan bantuan sebanyak Rp.4 juta. Dia mencontohkan, jika satu penulis mengajukan tiga judul akan mendapatkan bantuan sebanyak Rp.12 juta. "Satu penulis bisa dapat (bantuan) tiga tulisan itu

Senin, 06 Juli 2009

UN Paket C 2009 Digelar

Ujian Nasional (UN) Paket C 2009 periode pertama akan digelar mulai besok, Selasa (23/06/2009) sampai dengan Jumat (26/06/2009) , sedangkan UN Paket A dan Paket B akan diselenggarakan pada 1 - 3 Juli 2009. Sementara pada periode kedua tahun 2009 untuk UN Program Paket C dilaksanakan pada 10 - 13 November 2009, sedangkan UN untuk Program Paket A dan B dilaksanakan pada 18 - 20 November 2009.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (Ka BSNP) Mungin Eddy Wibowo saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Senin (22/06/2009) .

Mungin menyebutkan, peserta UN berasal dari peserta didik reguler Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang mengikuti pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) atau kelompok belajar yang lain. Selain itu, peserta didik yang pindah jalur dari pendidikan formal ke pendidikan nonformal kesetaraan. Dia mencontohkan, siswa yang tadinya duduk di kelas 2 SMP lalu pindah jalur ke program Paket B. "Tetapi(peserta UN) juga bisa (dari) yang tidak lulus UN formal. Dia bisa mengikuti program apakah Paket B atau C, asal dia pindah jalur lebih dulu maka dia terdaftar sebagai peserta ujian program Paket B atau program Paket C," katanya.

Mungin menyebutkan, jumlah peserta ujian program Paket A, Paket B, dan Paket C reguler belum termasuk dari siswa pindah jalur adalah sebanyak 504.598 siswa terdiri atas peserta Paket A sebanyak 22.631 siswa, peserta Paket B sebanyak 235.952 siswa, dan peserta Paket C sebanyak 246.015 siswa.

Adapun mata pelajaran yang diujikan untuk program Paket C IPS meliputi Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi, Bahasa Indonesia, dan Ekonomi, sedangkan untuk program Paket C IPA diujikan Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Inggris, Biologi, Kimia, Bahasa Indonesia, Fisika, dan Matematika.

Sementara program Paket B mengujikan Pendidikan Kewarganegaraan, Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam, sedangkan untuk Program Paket A mengujikan Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Indonesia, dan Matematika.

Tempat pelaksanaan UN untuk Program Paket A, B, dan C dilaksanakan si SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK atau tempat lain yang bukan tempat penyelenggaraan pendidikan kesetaraan.

Mungin menyebutkan, peserta UN untuk Program Paket A, B, dan C dinyatakan lulus jika memiliki nilai rata - rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak tiga mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. "Penyelenggara tingkat kabupaten/kota mengumumkan Daftar Nilai Hasil Ujian Nasional (DNHUN) paling lambat 30 hari terhitung mulai tanggal selesainya pelaksanaan ujian

Sabtu, 04 Juli 2009

Persentase Kelulusan UN 2009 Naik

Persentase kelulusan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2008/2009 secara nasional mengalami kenaikan. Untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) persentase kelulusan pada tahun 2009 mencapai 94,82 persen naik 2,06 persen dari sebelumnya pada tahun 2008 92,76 persen.

"Rerata nilai ini(UN SMP/MTs) naik 0,46. Pada tahun 2008 nilai reratanya adalah 6,87, sedangkan pada tahun 2009 menjadi 7,33," kata Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (Ka BSNP) Mungin Eddy Wibowo saat memberikan keterangan pers di Gerai Informasi dan Media Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, Senin (22/06/2009) .

Mungin menyebutkan, persentase kelulusan jenjang sekolah menengah atas(SMA)/Madrasah Aliyah(MA) pada 2009 mencapai 93,74 persen naik 2,42 persen dari sebelumnya pada tahun 2008 91,32 persen. "Rerata nilai UN SMA/MA naik sebanyak 0,04 dari 7,21 pada tahun 2008 menjadi 7,25 pada tahun 2009," katanya.

Adapun persentase kelulusan jenjang sekolah menengah kejuruan(SMK) pada 2009 mencapai 93,85 persen naik 1,27 persen dari sebelumnya pada tahun 2008 92,58 persen. Mungin menyebutkan, rerata nilai UN SMK naik 0,34 dari 7,10 pada tahun 2008 menjadi 7,44 pada tahun 2009.

Mungin mengatakan, perkembangan UN dari tahun ke tahun UN selalu naik meskipun kriteria kelulusan juga dinaikan. Menurut dia, indikator keberhasilan tergantung pada berbagai macam hal yaitu motivasi belajar dari peserta didik yang meningkat. "Kemudian dukungan dari orangtua dan guru. Tentunya bisa mengupayakan bagaimana agar di dalam menghadapi UN betul - betul dia (siswa) bisa mencapai suatu keberhasilan secara baik," katanya.

Mungin menambahkan, untuk jenjang SMA negeri tingkat kelulusannya 91,36 persen, sedangkan untuk swasta 95,14 persen. Adapun untuk SMP negeri tingkat kelulusan mencapai 94,66 persen, sedangkan SMP swasta mencapai 95,32 persen. "Jadi ini(tingkat kelulusan) memang tentunya menjadi suatu perhatian mengapa swasta lebih tinggi daripada negeri," katanya.
Mungin menyampaikan, BSNP telah menyelenggarakan UN SMA/MA dan SMK pada 20 - 24 April 2009, serta UN SMP/MTs pada 27 - 30 April 2009. Dia menyebutkan, jumlah peserta UN SMA/MA sebanyak 1.517.013 siswa, sedangkan peserta UN SMK sebanyak 706.832 siswa. Adapun jumlah peserta UN SMP/MTs sebanyak 3.437.117 siswa.

Koordinator Penyelenggara UN Djemari Mardapi menambahkan, kenaikan nilai UN terjadi karena ada perbaikan pembelajaran di kelas. Selain itu, kata dia, sosialisasi yang dilakukan lebih awal. "Kisi – kisi (soal) sudah dikirimkan ke daerah. Jadi kisi - kisi itu bisa dikembangkan oleh masing - masing guru," katanya.

Lebih lanjut Djemari mengatakan, sesama guru bahu membahu saling membantu dalam memberikan pembelajaran yang lebih baik. "Guru yang baik bersafari ke guru yang kurang baik," katanya.

Mata pelajaran yang diujikan untuk SMA/MA Program IPA terdiri atas enam mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, Fisika, dan Biologi. Untuk SMA/MA Program IPS mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi, dan Geografi. Untuk SMA/MA Program Bahasa mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Sejarah Budaya/Antropologi, dan bahasa asing (sesuai pilihan).

Adapun mata pelajaran yang diujikan untuk SMK meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan kompetensi keahlian, sedangkan untuk SMP/MTs/SMP Luar Biasa ada empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam. Sementara untuk SMA Luar Biasa mata pelajaran yang diujikan meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika

Design by infinityskins.blogspot.com 2007-2008